This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Wednesday, November 30, 2016

Mendagri: Silakan PNS, TNI, dan Polri Membaurlah Ikut Doa Bersama 2 Desember

Mendagri: Silakan PNS, TNI, dan Polri Membaurlah Ikut Doa Bersama 2 Desember


Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tidak mempersoalkan ikut sertanya aparatur sipil negara (ANS) dalam aksi super damai 2 Desember. Sebab, aksi itu mengagendakan doa bersama untuk negara.


"Nggak ada masalah. Silakan mau PNS, mau prajurit TNI, ataupun kepolisian membaurlah. Ini kan agendanya doa bersama untuk bangsa dan negara," kata Tjahjo usai mengikuti upacara Peringatan Hari Jadi ke-45 Korpri di halaman Silang Monas Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).



Menurut Mendagri, aksi 2 Desember nanti tidak mengganggu ketertiban umum. "Saya kira kan cuma sebentar, jadi boleh-boleh saja. Kalau mau salat Jumat bersama, silakan," ujar dia.




Dalam kesempatan itu, Mendagri mengimbau agar masyarakat dari luar Jakarta tidak datang mengikuti kegiatan tersebut. Dia menyarankan agar warga mengadakan kegiatan serupa di daerah masing-masing. "Lebih baik diadakan di daerah daripada buang-buang uang ke Jakarta, kan khawatir ada apa-apa di jalan," kata Mendagri.



Mendagri juga tidak akan memberi sanksi kepada kepala daerah yang memfasilitasi doa bersama di daerahnya. "Mau orang partai, PNS, wartawan, silakan ikut. Saya minta, kalau bisa, diadakan doa bersama di daerah saja. Nggak ada sanksi untuk kepala daerah yang memfasilitasi demonstran," ungkap Tjahjo, yang hadir menggunakan batik biru khas Korpri.



Ia tetap mengingatkan agar para ASN tetap menjaga netralitas dalam perhelatan pilkada di berbagai daerah. "Saya kira kami menginstruksikan kemarin kepada seluruh gubernur, ASN harus netral, jangan terlibat dengan salah satu pasangan calon," imbaunya.




(aan/fdn)












Monday, November 28, 2016

PELAJARAN SANGAT BERHARGA DARI GENOSIDA UMAT ISLAM BOSNIA (Refleksi Terhadap Toleransi Beragama)





Pada abad ke-13, Bosnia adalah negara dengan mayoritas Muslim. Mereka hidup damai dengan kaum minoritas. Pada masa itu, setidaknya ada 45 persen dari 4,7 juta warga Bosnia memeluk agama Islam. Sisanya adalah Kristen Ortodoks, Katolik, Protestan, dan lainnya.
Arus modernisasi membuat penduduk Bosnia mengikuti gaya Eropa pada umumnya. Identitas agama tidak lagi terlihat mencolok. Semua hidup berdampingan dengan damai dalam bingkai kerukunan antarumat beragama.
Kehidupan Muslim dengan nilai-nilai Islamnya lambat laun pudar di negeri Balkan. Diskotek dan bar muncul di setiap sudut kota. Tak ada lagi jarak antara Muslim dan non-Muslim. Mulai dari cara berpakaian, bergaul, hingga merayakan hari-hari besar keagamaan. Semuanya membaur atas nama besar toleransi.
Dalam diary yang ditulis Zlatan Filipovic--seorang gadis Muslim yang terlahir dalam keluarga terhormat di Sarajevo yang menjadi ibu kota Bosnia--diceritakan bagaimana sekulernya warga Muslim sebelum 1992. Pada masa itu, tak ada lagi wanita Muslim yang memakai kerudung. Kaum lelaki juga hampir sama dengan para lelaki non-Muslim lainnya.
Ketika hari raya agama, seperti Natal dan Lebaran Muslim, hampir seluruh warga Bosnia merayakannya. Tak peduli dia Muslim atau bukan. Anak-anak Bosnia juga terbiasa dengan tradisi barat, seperti Valentine, April Mop, tahun baru, Halloween, dan sejenisnya. Sementara, shalat tak lagi dilakukan.


Muslim Bosnia--seperti Muslim Indonesia yang hijrah dari kepercayaan awalnya Hindu, Buddha, dan animisme--berasal dari pengikut Bogomil, pewaris keturunan Heretis. Keyakinan ini lenyap setelah Islam dari Ottoman Turki masuk dan menawarkan persamaan derajat. Sementara, Bosnia sendiri beridentitas sebagai penduduk mayoritas Muslim, pascaterpecahnya negara federal Yugoslavia (Slovenia, Kroasia, Bosnia dan Herzegovina, Serbia, Montenegro, dan Makedonia) pada 1990.
Di tengah keterlenaan mendalam umat Muslim Bosnia terhadap gaya hidup sekularisme dan toleransi agama yang berlebihan, bangsa Serbia yang mayoritas memeluk Kristen Ortodoks menyimpan api dalam sekam. Dengan dalih penyatuan kembali Yugoslavia dalam Republik Srpska, Serbia melakukan pembantaian terhadap Bosnia dan/atau pemeluk Islam.
Sejarah mencatat aksi Serbia kepada umat Muslim Bosnia itu sebagai genosida terbesar pada masa modern. Pembunuhan dilakukan secara sistematis. Tujuannya menghapus sebuah bangsa dan etnik. Sekuler dan bergaya non-Muslim tak menyelamatkan Muslim Bosnia. Mereka dilenyapkan dan dibantai karena menyandang identitas agama Islam.
Di atas kertas, Komisi Federal Bosnia untuk Orang Hilang mencatat ada 8.373 lelaki dan remaja Muslim Bosnia yang dibunuh dan terbuang dalam ratusan kuburan massal. Pada Juli 2012, 6.838 nama korban teridentifikasi dari galian kuburan massal.
Zlatan Filipovic, gadis 13 tahun (saat mulai peperangan) yang selamat dari pembantaian yang berlangsung hingga 1995 tersebut menulis kesaksiannya. Muslim Bosnia yang tadinya tidak begitu memedulikan nilai-nilai Islam tersentak kaget mendapat serangan yang dimulai pada April 1992.
Teman, saudara, dan anggota keluarga yang beragama lain yang tadinya akrab, natalan bersama, dan merayakan Valentine bersama, kini meninggalkan mereka, bahkan berbalik menyerang dan membunuh mereka bersama tentara Serbia.
Di tengah-tengah puing bangunan yang hancur terdengar desingan peluru yang menggema, ledakan mortir, dan tangis pilu wanita Muslim korban pemerkosaan. Dalam kegetiran, Muslim Bosnia mulai sadar dan kembali kepada identitas keislaman mereka.
Kesadaran muncul. Kaum perempuan kembali menggunakan kerudung, para lelaki sambil menenteng senjata untuk bertahan mulai kembali melakukan shalat. Azan mulai bergema di sela-sela gedung yang roboh. Kitab suci Alquran yang telah lama tersimpan di lemari-lemari dibuka kembali. Namun, mereka terlambat. Mereka sedang diburu peluru dan ujung belati yang haus darah Muslim.
Gempuran yang terjadi membuat Muslim Bosnia harus mengungsi ke kamp-kamp pengungsian. Srebrenica menjadi salah satu kamp terbesar. PBB menyatakan Srebrenica sebagai zona aman bagi pengungsi. Namun, zona itu hanya dijaga oleh 400 penjaga perdamaian dari Belanda, versi lain bahkan menyatakan hanya 100 personel. Tidak ada yang menjamin nyawa Muslim yang mengungsi aman.
Medan pembantaian terbesar umat Muslim abad modern ini bahkan membuat Indonesia tersentak. Pada awal Maret 1995, Presiden Soeharto dan rombongan terbang langsung ke Eropa dan merangsek ke wilayah yang membara, Sarajevo. Memimpin negara Muslim terbesar menjadikan Soeharto melakukan operasi "berani mati" walau PBB menyatakan tak bisa menjamin keamanan kunjungannya.
Pada 6 Juli 1995, pasukan Serbia mulai menggempur pos-pos tentara Belanda di Srebrenica dan berhasil memasuki Srebrenica lima hari setelahnya. Anak-anak, wanita, dan orang tua berkumpul di Potocari untuk mencari perlindungan dari pasukan Belanda. Pada 12 Juli, pasukan Serbia mulai memisahkan laki-laki berumur 12-77 tahun. Mereka dibawa dengan dalih untuk interogasi. Sehari setelah itu, pembantaian terjadi di gudang dekat Desa Kravica.
Malang tak terbendung. Kabar yang berembus menyebut 5.000 Muslim Bosnia yang berlindung diserahkan kepada pasukan Serbia karena Belanda meninggalkan Srebrenica. Muslim Bosnia pun sendirian di antara negara-negara Eropa yang hebat.
Dalam waktu lima hari, 8.000 orang terbunuh di Srebrenica. NATO turun tangan setelah pembantaian, memaksakan perdamaian yang sangat terlambat. Di Sarajevo, 11 ribu orang dibantai tanpa ampun selama tiga tahun penyerangan. Diperkirakan, keseluruhan korban perang Bosnia mencapai 100 ribu orang.
Sesuai dengan Kesepakatan Dayton tahun 1995, keutuhan wilayah Bosnia dan Herzegovina ditegakkan. Namun, negara tersebut dibagi dalam dua bagian: 51 persen wilayah gabungan Muslim-Kroasia (Bosnia dan Herzegovina) dan 49 persen Serbia. PBB juga berjanji mengadili para penjahat perang dalam serangan yang kemudian disebut genosida pertama di dunia.
Mantan presiden Republik Srpska (Serbia) Radovan Karadzic ditangkap pada 21 Juli 2008. Tiga bulan lalu, 23 Maret 2016, Karadzic diganjar 40 tahun penjara oleh International Criminal Tribunal for the former Yugoslavia (ICTY). Dia terbukti bersalah atas pembantaian 8.000 Muslim Bosnia.
"Karadzic juga melakukan kejahatan kemanusiaan lain selama Perang Bosnia 1992-1995,'' demikian bunyi amar putusan ICTY. Sementara, pemimpin serangan Srebrenica, Jenderal Ratko Mladic, ditangkap pada Mei 2011. Kini dia sedang diadili di Mahkamah Internasional.
Pembantaian Muslim Bosnia dengan dalih penyatuan negara menjadi pelajaran bagi umat Islam di luar semenanjung Arab, khususnya Indonesia. Cerita pilu yang mendera Bosnia sepatutnya mengingatkan Indonesia agar tidak terlena dalam penghambaan pada sekulerisme. Sebab, sekulerisme memiliki banyak wajah. Salah satunya adalah untuk menghilangkan warna, pengaruh, dominasi, dan hak-hak yang mayoritas.
Ketika Muslim mayoritas lemah karena krisis identitas, akan sangat mudah dipecah dan diadu domba. Di Indonesia sendiri, upaya agar Muslim meninggalkan identitas agama dalam kehidupan berbangsa dan negara telah ada sejak dulu.
Belakangan, gerakan itu mulai tampak di permukaan dengan sangat masif dan sistematis, bahkan oleh lembaga legal sekali pun. Karena itu, jangan heran jika ada Muslim yang sangat ngotot menghina agamanya demi membela kebebasan versinya.
Jangan heran jika ada Muslim yang ikut menghina ulamanya hanya karena ulama tersebut tak sepaham dengannya. Tidak heran jika banyak Muslim tak suka dengan tulisan-tulisan yang membahas penolakan Islam terhadap sekularisme. Inilah yang terjadi di Indonesia masa kini, negara yang masih dihuni oleh mayoritas umat Islam.
Sementara, tidak ada yang salah dalam toleransi, sepanjang yang diberi toleransi tidak berlebihan, apalagi sampai menindas yang memberi toleransi. Di al-Ludd (kini Tel Aviv), Palestina pada 1903, beberapa Yahudi datang menawarkan persaudaraan dan hidup damai dengan warga Arab dan Palestina.
Namun, hari-hari setelah deklarasi berdirinya Negara Israel pada 1948 oleh Eropa, warga Yahudi berubah menjadi buas bersama kedatangan para tentara Israel. Juli 1948, warga Arab Palestina dibantai, termasuk ribuan orang yang dimasukkan ke dalam masjid kemudian diberondong dengan peluru antitank.
Malamnya, sekitar 35 ribu orang Arab Palestina berduyun-duyun meninggalkan kota kelahiran mereka, yang kemudian menjadi pusat pembantaian berikutnya: Tel Aviv. Hari berganti, warga Yahudi datang dengan gelombang eksodus setiap saat. Jadilah Palestina yang terjajah hingga saat ini. Sederhana, tapi sangat ekstrem dan kejam.
Dunia juga mencatat betapa kejam perlakuan kepada pemeluk Islam yang menjadi minoritas. Hanya PBB dan bantahan dari Myanmar sendiri yang menyatakan pembunuhan terhadap Muslim Rohingya bukan sebuah genosida. Jauh dari itu, kenyataan menceritakan bagaimana genosida dilakukan dengan cara brutal dan terbuka oleh Buddha Myanmar kepada Rohingya yang tak berdaya.
Belajar dari Muslim Bosnia yang mayoritas, saat ini mereka menjadi lebih agamais. Di tengah toleransi, perbedaan, dan kerukunan antarumat beragama, mereka tetap memperhatikan nilai-nilai Islam sebagai identitasnya. Kenyataan pahit 1992-1995 telah mengajarkan kepada mereka bagaimana dunia berdetak, bahwa keburukan hanya beberapa helai di balik kebaikan.
Kini Muslim Bosnia tak lagi merayakan tahun baru. Mereka lebih banyak menjaga diri dari melecehkan akidah Islam. Meski begitu, Bosnia tetap menjadi satu-satunya tempat di Eropa, di mana terdapat gereja, masjid, dan sinagoge yang berdiri berdampingan.
Mungkin 1,8 juta Muslim Bosnia mulai sadar bahwa apa yang dikatakan menantu Rasulullah SAW, Ali bin Abi Thalib, "Kejahatan yang terorganisasi akan mampu mengalahkan kebaikan yang tak terorganisasi," benar adanya. Wallahualam.



Penulis : Ilham Tirta (Wartawan Republika Online)

sumber : https://www.facebook.com/studiislamkaaffah/posts/698230677019756












Keset Kaki di Yogyakarta Diisi Kertas Bertuliskan Ayat Suci Alquran

Keset yang berisikan lembaran Alquran




Seorang warga di Kecamatan Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Fauzi menemukan lembaran kertas berisikan ayat suci Alquran di dalam keset kaki. Salah satu ayat yang tertulis dalam kertas tersebut adalah surah Ali Imran.

Fauzi mengaku istrinya yang pertama kali menemukan adanya lembaran kertas di dalam keset tersebut. Kertas tersebut ditemukan saat keset kaki dicuci istrinya pada Ahad (27/11). Awalnya, sang istri merasa ragu mengenai isi tulisan dalam lembaran kertas tersebut.



Kemudian, Fauzi berinisiatif untuk menyobek lebih lebar dalam tiga keset yang dicuci istrinya. Kertas di dalam keset pun akhirnya dikeluarkan. “Agak ragu karena terlihat bayang-bayang tulisan Arab. Akhirnya, (istri) memanggil saya. Terus saya menyobek (ketiga keset). Dan yang membuat saya pasti, pas terlihat nama surah Ali Imran,” ujarnya dalam pesan singkatnya kepada Republika.co.id, Ahad (27/11).

Kertas bertuliskan ayat suci Alquran tersebut, kata dia, ditemukan di dalam dua dari tiga keset yang dia beli. Fauzi menjelaskan, ia membeli ketiga keset itu sekitar satu bulan yang lalu di Pasar Pusat Sementara Prambanan. “Saya beli tiga keset berbarengan, dan hanya satu yang tidak ada tulisan Alquran," ujarnya.

sumber : republika.co.id












Hanya Suara Adzan yang Bisa Padamkan Kebakaran di Israel, Video Ini Buktinya!





Kebakaran dahsyat di Israel tiba-tiba terjadi setelah beberapa hari pemerintah melaang adzan berkumandang. Kobaran api laksana neraka kecil di bumi. Tak kunjung padam.

Malah semakin membesar setelah angin kencang 'membantu'. Kabar terakhir menyebutkan, api semakin mendekati pangkalan militer Israel.

Segala upaya sudah dilakukan. Peralatan super canggih sudah dikerahkan. Api masih membara. Bahkan di jalanan kota di Israel.

Jika pemerintah Israel mau mengakui kesalahan dan membolehkan kembali adzan dikumandangkan, kebakaran pasti bisa reda.

Mungkin ada dari pembaca yang tidak meyakini jika suara adzan bisa menetralisir bencana. Tapi fakta yang terjadi sudah begitu banyak. Video berikut ini kami sajikan sebagai bukti, bahwa lantunan adzan bisa meredakan amarah alam.

Badai Kencang Menerpa Madura


Semua orang yang menyaksikan peristiwa ini dibuat takjub oleh kekuasaan Tuhan. Bagaimana tidak, angin kencang yang terus menerus berhembus, 
tiba-tiba berhenti seketika ketika azan berkumandang. 

Keterangan pemilik akun video menyebutkan, fenomena kejadian hujan disertai badai ini berlangsung di Desa Kotah, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang Madura, Jawa Timur.

Dalam video berdurasi 2:02 menit itu, beberapa orang tampak sedang berkumpul di teras sebuah rumah. Terlihat hujan disertai angin yang bertiup sangat kencang. Dahan pepohonan dan sebuah spanduk seolah terdorong oleh kekuatan tak terlihat ke arah kanan mengikut arus angin.

Warga yang menyaksikan terdengar tak henti-henti berdoa. Tampak pula seorang ibu mondar-mandir sambil menjerit ketakutan.

Seorang pria berjanggut yang mengenakan kopiah putih berinisiatif mengumandangkan azan di tengah kepanikan tersebut. Suaranya yang sangat merdu melunakkan amarah alam. Sementara yang lain terlihat masih dicekam rasa takut.

Ketika lafadz Haiyya alassolah, angin yang awalnya bertiup kencang mulai reda. Hingga adzan selesai dikumandangkan, badai yang begitu hebatnya berhenti. Masya Allah!


sumber : pos-metroinfo.blogspot.co.id












Friday, November 25, 2016

Puluhan Ribu Orang Mengungsi Akibat Kebakaran Hutan di Israel

Kebakaran hutan di Haifa, Israel. (Foto: AP)


Si jago merah dengan cepat menyebar, dari satu dahan ke dahan lain. Membuat segala yang ditapakinya berubah abu. Daun-daun yang dulunya hijau meranggas, menyala bak kemarahan yang tak mau dipadamkan.
Kebakaran hutan besar tengah terjadi di Haifa. Belum diketahui seberapa luas cakupan api. Akan tetapi, seperti diwartakan BBC, Kamis (24/11/2016), baranya telah tertiup angin kering hingga ke rumah penduduk di dekat Yerusalem dan Tepi Barat.
Sedikitnya 250 ribu rumah diperkirakan terdampak kebakaran hutan ini. Juru bicara Kotamadya Haifa, Or Doron mengatakan bahwa saat ini lebih dari 50 ribu penduduk telah mengungsi dari rumahnya.
Sebelum meninggalkan kota, warga terpantau memenuhi supermarket dan membeli barang-barang kebutuhan pokok. Sekolah dan perguruan tinggi sudah ditutup. Sekira 300 siswa di Talmon, pemukiman Israel di Tepi Barat, telah dibawa ke tempat yang lebih aman. Panti asuhan dan panti jompo terdekat juga sibuk berkemas dan mengevakuasi para penghuninya.
Lebih jauh ke selatan di Jalan Raya 443 yang menghubungkan Yerusalem dan Tel Aviv, serta melintasi Tepi Barat, telah ditutup. Otoritas setempat diketahui telah melakukan penutupan sejak Kamis 24 November pagi karena api telah mencapai Kota Modi’in.
Laporan kematian dan luka serius sejauh ini belum dilaporkan. Namun menurut badan layanan mobil ambulans nasional sudah ada 55 orang yang dirawat karena menghirup asap kebakaran. Bahkan 36 di antaranya telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Sementara korban manusia belum dilaporkan secara signifikan, rumah dan mobil telah dilaporkan mengalami kerusakan. Meski begitu, jumlahnya juga belum bisa dipastikan.
Militer, petugas pemadam kebakaran dan regu tanggap bencana terkait telah dikerahkan ke lokasi kejadian. Namun api hingga saat ini belum berhasil dipadamkan. Cuaca dan angin kering yang menyelimuti Haifa disebut-sebut menjadi kendala pemadaman. Badan peramal cuaca setempat bahkan memperkirakan kondisi ini masih akan terus berlanjut sampai awal pekan depan.

Sumber : news.okezone.com






















Thursday, November 24, 2016

Siapa Sebenarnya Habib Rizieq bin Husein Syihab ? Ini Yang Harus Kamu Tahu !

Inilah ‘Sisi Gelap’ Habib Rizieq bin Husein Syihab Yang Harus Kamu Tahu!



Bib, tidak banyak orang tahu kalau orang tua ente, almarhum Habib Husein Syihab merupakan anggota Pandu Arab yang ikut berjuang mengusir penjajah Belanda di Indonesia…
Bib, tidak banyak orang tahu kalau orang tua ente pernah bekerja di Rode Kruis (kini Palang Merah Indonesia) dan membantu suplai makanan dan obat-obatan untuk pejuang kemerdekaan…
Bib, tidak banyak orang tahu kalau ayah ente pernah ditangkap. Kedua tangannya diikat dan diseret dengan kendaraan Jeep, dipenjara dan divonis hukuman mati oleh Belanda. Tapi, berkat bantuan Allah, berhasil kabur dari penjara dan melompat ke Kali Malang meskipun bagian pantatnya tertembak…
***
Bib, kini ayahmu mewariskan darah juang untukmu berbhakti kepada Indonesia dengan membawa misi agama dan kemanusiaan…
Bib, tidak banyak orang tahu kalau ente, pasukan putih dan aparat setempat telah banyak menutup tempat maksiat, perjudian, pelacuran dan narkoba…
Bib, tidak banyak orang tahu bahwa ente dan pasukan putih adalah evakuator mayat terbanyak, 100 ribu jenazah, ketika terjadi Tsunami di Aceh, membangun kembali masjid dan musholah, dan menginap di kuburan selama berbulan-bulan lamanya…
Bib, tidak banyak orang tahu kalau ente dan pasukan putih menjadi garda terdepan dalam membantu korban bencana alam, banjir, longsor dan gempa bumi dengan dasar kemanusiaan…
Bib, tidak banyak orang tahu kalau ente bekerja sama dengan Kemensos RI secara nasional dalam Program Bedah Kampung. Ribuan rumah miskin di puluhan kampung Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Purwakarta, Pasuruan, Palu, dan Gresik, berhasil dibedah tanpa memandang apa agama mereka…
Bib, tidak banyak orang tahu kalau ente bekerja sama dengan Kemenag RI dalam Program Pengembalian Ahmadiyah kepada Islam. Ribuan pengikut Ahmadiyah taubat dan masuk Islam. Seperti di Tenjo Waringin Tasik, 800 warga Ahmadiyah kembali pada Islam…
Bib, tidak banyak orang tahu kalau ente pernah bekerja sama dengan almarhum Taufiq Kiemas Pimpinan MPR RI dalam pemantapan Empat Pilar RI. Tidak pernah menolak Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika selama ditafsirkan secara benar dan lurus. Maka itu Mantan Menteri Dalam Negeri Indonesia Gamawan Fauzi pernah mengimbau agar Kepala Daerah bisa menjalin kerja sama dengan ormas ente…
Bib, tidak banyak orang tahu ente sering mengirim bantuan kepada saudara kita  yang teraniaya di Palestina dan negeri lainnya…
Bib, tidak banyak orang tahu kalau ente dan Sejumlah Pemda di berbagai Daerah bekerjasama dalam program kebersihan lingkungan, penyuluhan kesehatan, pemberantasan hama pertanian, penghijauan lahan gundul, dan sebagainya…
Bib, tidak banyak orang tahu saat ini ente dan  pasukan putih sedang melakukan upaya pencegahan banjir Jakarta dengan mereboisasi daerah hulu sungai yang mengarah ke DKI di Pesantren Agrikultural dareah kaki Gunung Pangrango, Megamendung Puncak. Dengan menanam sekitar 40 ribuan pohon dan target 300 ribu pohon tahun ini  tertanam di sana. Sehingga dua tahun kedepan ada satu juta pohon untuk reboisasi hutan di mana daerah tersebut ada empat aliran sungai yang mengarah ke Jakarta…
Bib, tidak banyak orang tahu, mungkin tidak mau mencari tahu atau pura-pura tidak tahu karena alasan kebencian yang mendalam atau karena dalam setiap kegiatan engkau tidak membawa segerombolan wartawan…
Bib, yang benci biarlah bertahan dengan kebenciannya, biarlah mereka menilai engkau radikal, garis keras, pasukan nasi bungkus, intoleran, teroris dan sebagainya. Biarlah…itu bukan urusan ente, biarlah menjadi urusan mereka dengan Tuhannya…
Bib, ane tahu ente dan pasukan putih hanyalah manusia biasa yang jauh dari kata sempurna. Berbenahlah dengan kritikan dan bijaklah menyikapi segala perbedaan…
Bib, lanjutkan berbuat yang terbaik untuk negeri ini, bergandeng bersama dalam bingkai “Bhineka Tunggal Ika.”
Bib, semoga Allah selalu meridhoi setiap langkah baikmu, melindungimu, menjaga kesehatanmu dan menjauhimu dari fitnah dan marabahaya…
Aamiin..
– Al-Fakir Ade Hermawan, dari aku (Yang iri  dengan perjuanganmu. (Diambil dari berbagai sumber).